IDEALISME ADALAH KEMEWAHAN TERAKHIR YANG DIMILIKI OLEH SEORANG PEMUDA
Masa muda adalah masa paling indah
didalam proses kehidupan manusia, karena dimasa-masa itulah badan kita lagi
bugar-bugarnya, fikiran lagi cemerlang-cemerlangnya, jiwa lagi
membara-membaranya, dan waktu dimana kita mengambil keputusan-keputusan penting
yang akan berpengaruh pada kehidupan karir dan rumah tangga kita. Yang saya
bahas kali ini mungkin waktu dimana masa muda saya yang saya habiskan cukup
lama untuk mengetahui idealisme apa yang ada didalam diri saya, mungkin
mengenai pandangan ini tidak banyak anak muda lain yang berfikir seperti saya,
jadi disini saya mencoba mengutarakan pemikiran saya mengenai betapa mewahnya
masa muda yang saya alami, ketika saya sudah mempunyai keyakinan tertentu untuk
saya raih dan saya siap menerima apapun resikonya untuk itu. Kata mewah tidak
seharusnya untuk segala hal yang berkilauan, banyak pendapat mengenai itu,
tetapi saya mencoba mengartikan kata mewah versi saya sendiri, mewah menurut
saya adalah puncak kenyamanan yang bersumber dari kebahagiaan batin, karena disitulah
manusia mengalami titik rendah kemanusiannya, karena disitulah manusia memahami
apa yang diinginkan Dzat penciptanya untuknya dan dimana titik manusia tidak
menginginkan apa-apa lagi selain mengabdi untukNYA, disanalah puncak kemewahan
manusia ditemukan.
Setiap manusia khususnya anak muda
mempunyai halangan-halangan tertentu dalam prosesnya untuk menggapai
mimpi-mimpinya, karena disitulah kita tidak bisa mengetahui mereka apa yang ada
didalam diri mereka ketika kita melihat dari luarnya saja. Halangan-halangan
itu juga mempengaruhi proses perkembangan diri mereka, dan juga mempengaruhi
apa keputusan yang akan mereka ambil. Ketika mereka sudah bisa memilih jalan
yang akan mereka ambil, disinilah titik dimana kebahagiaan akan terpilihnya
idealisme itu bisa dirasakan. Beberapa hal yang membuat saya tertarik mengenai
hal ini adalah tidak semua tipe mimpi anak muda bisa berhubungan dengan topik
yang saya bahas kali ini, karena tulisan ini adalah tugas dari salah satu mata
kuliah di Desain Komunikasi Visual, maka yang saya bahas tidak jauh jauh dari
dunia industri kreatif visual, secara garis besar DKV dibagi menjadi 2 bagian,
yaitu Graphic Artist (Seniman Grafis) dan Graphic Design (Desainer Grafis).
Graphic Artist lebih ke Ekspressionis, kalau Graphic Design lebih ke Rancangan,
sebenarnya saya kurang tau untuk orang yang lebih condong ke Graphic Design,
karena saya sendiri lebih condong ke Graphic Artist, dan disitu lebih mengarah
ke Ekspressionis, tentu bisa mengekspresikan karya dan bisa bertahan hidup dari
situ adalah kebahagiaan batin menurut saya. Moment dimana saya bisa melebur
jiwa ketika berkarya adalah salah satu moment yang paling membahagiakan menurut
saya, karena ketika itu rasanya semua masalah dalam hidup saya ikut sirna dalam
setiap goresan karya visual saya.
Kembali ke awal judul tulisan ini,
yaitu Idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki oleh seorang pemuda,
mungkin untuk paragraf ini saya mencoba menjelaskan lebih gamblang kembali
ketika anak muda sudah menemukan idealisme mereka, seperti yang saya rasakan
ketika saya sudah menemukan jalan hidup saya, ibarat ketika kita dihadapkan
oleh beberapa pintu didepan kita, ketika saya sudah menemukan jalan hidup saya,
maka 1 pintu sudah bisa dibuka, sisanya tinggal merealisasikan itu agar tercapai,
1 pintu kemewahan telah terbuka sisanya tinggal membuka pintu-pintu kemewahan
lainnya.
Dilain sisi tulisan ini dari atas
membahas bagaimana agar jalan hidup yang kita lalui benar-benar seperti
berjalan diantara pelangi, tetapi kita lupa 1 hal, bahwa banyak jiwa muda mudi
kita yang terbelenggu oleh lingkungannya, yang akhirnya tidak bisa merasakan
bebasnya menghirup udara didunia luar, hal-hal yang seperti ini yang menjadi PR
kita, kalau menurut saya sendiri, yang paling dominan dalam mempengaruhi kepribadian
seseorang adalah orang-orang yang ada disekelilingnya, normalnya keluarga,
kerabat dan teman-temannya, sisanya mungkin hanya mempengaruhi beberapa %,
meskipun tak lepas dari tali takdir Tuhan, tetapi Tuhan juga maha Adil, kalau
dikehidupannya belum ada balasan Tuhan, biasanya terbalas dikehidupan
selanjutnya, lebih tepatnya ke keturunannya, maka dari itu hal-hal mempengaruhi
terhadap seseorang yang paling besar tetaplah keluarga, jadi jikalau ada anak
muda yang kurang bergairah menghadapi tantangan dalam hidupnya, menurut saya
ada masalah dalam 3 hal diatas, keluarga, kerabat dan teman-temannya. Karena
memang setelah saya teliti lebih dalam mengenai diri saya, hampir semua cara
hidup saya, tak lebih jauh dari apa-apa yang saya alami sewaktu masa sekolah
dulu, masa merantau dan masa yang saya habiskan bersama keluarga, kerabat dan
teman-teman serta guru-guru saya. Selebihnya Buku, video, film yang kita
tonton, semua itu tetap berpengaruh, tetapi hanya sekian % saja.
Gaje banget dah
BalasHapus